Sabtu, 12 Desember 2015

Cinta Dalam Hati Ini

Sebuah rasa yang ku sebut cinta,perasaan mendalam pada hati yang terdalam. Aku hanya sebuah kisah yang terlintas dalam alur hidupmu, namun dia adalah kisah yang tlah mendarah daging dengan tubuhmu...
Pernahkah kau mengerti perasaan ini??
Pernahkah kau tau di sudut gelap aku menyendiri??
Berteman dengan hati yang tlah kau sakiti,
Dengan luka yang tertoreh perih bersama kata janji,
Di batas kata yang pernah melayang tinggi,
Tertusuk dalam menyentuh inti bumi,

Pernahkah kau memanggil namaku dalam hatimu?Atau bahkan sedikit mengingat tentang aku, Aku yang sekuat hati mencintaimu dan aku yang sekeras mungkin  memperjuangkan cinta yang baru saja di mulai,
Aku tau apa yang tlah terjadi,
Dan aku tau apa yang tlah kau mulai,
Tapi disini aku seperti tak peduli,
Meski hati ini tlah kau lukai,
Meski kisah ini tlah kau dustai,
Meski......

Andai hanya perumpamaan karena yang sesungguhnya semua tlah terjadi, Berjuta kata yang ku rangkai dalam bait puisi, mungkin tak kan dan tak kan pernah berarti,
Tidakkah aku pernah sedikit bermakna meski itu hanya sedetik yang terlewatkan dalam banyak waktumu??
Mungkin...
Akulah yang terlampau mencintamu dengan kegilaan yang ku miliki,
Mungkin,
aku hanya satu di antara kita berdua yang terlalu berharap banyak pada kisah ini,
Mungkin...

Kau yang ku sebut dalam doa di tiap sujudku, cobalah sedikit mengerti cinta ini, Akulah yang ingin kau menjadi yang terakhir, Aku...

Cikande, 13 Desember 2015
Gadizt Puisii

Tentang rasa yang berakhir

Kisah ini tentang kita yang pernah bersama
Aku tak akan berdusta,
Pernah ada sepenggal cerita,
Sebelumnya,
Tentang kita yang melukis rasa di bawah senja,
Tentang kita yang bermimpi dalam sebuah kata cinta,
Tentang kita yang hanya ada kita,

Hingga berjuta waktu yang berlalu,retakkan kisah kasih yang tercipta sejak lama,
Senyum itu selalu ada,
Meski lelah dan letih menggerogoti asa,
Terkadang masalah menjadi awal perpecahan kita,
Caci maki pelampias jiwa,
Aku dan kau saling mendusta,

Kau tak pernah lelah,untukku kau selalu ada.
Aku yang terlalu kekanakan,
Meminta apapun yang ku mau,
Merajuk atau cemberut saat kau tak penuhi,
Meski aku tau kau tlah coba sgala cara,
Untukku kau slalu ada.

Suatu waktu akupun tergoda,memandang cinta lain yang mungkin bisa buatku bahagia.
Dia yang hadir di saat aku terluka,
Mampu torehkan bahagia di sudut yang putus asa,
Kehadirannya yang berbeda,
Membuatku tersenyum saat denganmu aku kecewa,

Aku pergi tanpa kata,kau menahan dengan air mata,tapi aku tak dapat di paksa.
Saat itu kau menangis di hadapanku,
Berlutut tuk memintaku tetap di sisimu,
Aku tak ingin tau perasaanmu,
Yang ku mau kau pergi dari hidupku,
Yang ku mau ku bahagia bersamanya,bukan dirimu..

Kini aku mengingatmu, bayanganmu yang tersisa menjenguk masa kelabu, saat ini kau tlah pergi jauh dariku,
Aku tersadar dalam palung yang kelam,
Kau terlalu terluka saat harus menerima kenyataan yang ada,
Kau menangis memelukku,
Dan berjanji kan pergi dari hidupku,
Agar aku bisa bersamanya,
Aku tak mengerti perasaanmu,
Aku tak peduli saat kau meminta orang terdekatku menjaga diriku,
Aku tlah berubah menjadi iblis yang tak miliki hati,
Maafkan aku...

Kau tlah pergi, dan mungkin tak kan kembali, hingga kini aku sendiri.
Ini adalah karma yang harus ku terima,
Kau tlah pergi tinggalkan kenangan kita,
Kau tak kan kembali untuk menjagaku,
Kau tak akan ada lagi,
Kau tlah pergi....

Teruntukmu yang tak pernah letih,kau yang selalu lakukan permintaan bodohku selama ini,kau yang hapuskan air mata,dan kau yang khawatir di saat aku terluka.
Penyesalan hanya ada di belakang,itupun yang kini ku rasa,
Kecewamu tlah membatu,
Tak kan mampu ku cairkan dengan kata sesal yang kini ku rasa,
Tapi mungkin ini yang terbaik untuk kita,
Sesungguhnya tulang rusuk tak kan tertukar dengan pemiliknya...

Cikande, 12 Desember 2015
Gadist Puisii