Masih disini
Jumat, 24 Februari 2017
Teruntukmu, kekasihku.
Rabu, 10 Agustus 2016
Are you Broken Heart?
Buat yang lagi patah hati :
Lo ngrasa hidup lo paling menyedihkan di saat temen temen lo lagi pada bahagia sama pasangan masing-masing. Lo yang ngrasa sakit udah di tinggalin, terus lebih nyakitin diri lo sendiri dengan ngga makan, ngga tidur, males ngapa-ngapain dan ngabisin tissu. Patah hati tingkat tinggi. Lo yang ngrasa gak punya semangat hidup, ngrasa manusia paling malang di dunia.
Penyebab patah hati :
1. Di selingkuhin
2. Di tinggal nikah
3. Ga di restuin orang tua
4. Di putusin tanpa alasan
5. De el el
Tips obatin patah hati :
1. Nangis
Well,semua yang ngrasa patah hati pasti nangis. Entah itu keluar air mata, atau nangis tanpa air mata. Nangis bukan berarti lo cengeng, bukan juga karna lo cemen. Ini manusiawi banget. Jadi, menangislah sepuasnya dalam 1 malam. What?? Lama banget?? Inget, cuma 1 malam dan besok saat lo bangun, sesi nangis udah selesai dan lo ga boleh nangis lagi. Cari pelarian dalam hal-hal positif. Anggeplah acara tangis-tangisan di hari itu adalah tragedi menyakiti diri sendiri. Kenapa di sebut nyakitin diri sendiri?? Saat lo nangis, lo nyakitin mata lo dan buat bengkak. So setelah lo nangis heboh, keesokannya cari pelarian di hal positif seperti lari-lari seolah lo pengen lari dari kenyataan walau nyatanya lari keliling lapangan, nyuci baju dan luapin kemarahan lo disana dengan lo kucek-kucek sekuat tenaga dan hasilnya cucian lo bersih. Atau lo bisa lakuin apapun yang bisa buat lo tenang, inget hanya kegiatan positif, jangan jadi orang bodoh yang sakitin badan lo sendiri.
2. Introspeksi Diri
Apa yang salah? Kebodohan apa yang lo buat? Introspeksi diri emang perlu banget. Hal ini di lakukan agar lo ga ngulang kesalahan yang sama. Siapa sih yang pengen punya banyak pacar kalo hati udah nyaman?? Kecuali orang itu punya kelainan jiwa. Yap ! Kalo lo di putusin karna lo tukang bohong, ya lo harus lebih jujur ke depannya. Kalo lo di tinggalin karna kurang kece, buat mantan lo nyesel. Lo bisa tunjukin kalo lo yang terbaik dan dia harus nyesel karna udah tinggalin lo gitu aja. Agree?? Ada lagi. Kalo lo putusnya ga di restuin keluarga karna menurut keluarganya lo ga se-level sama keluarga dia. Hmm. Sakit?? Pasti. Lo hanya perlu bangkit. Jadikan itu cambuk buat jemput kesuksesan lo. Saat lo mikir realistis, kalo lo terlahir di keluarga kaya raya 7 turunan, lo terlahir dengan muka menawan yang saat lo melangkah semua mata tertuju pada lo, belum tentu juga kan lo terpaut dengan pasangan lo? Right. Tapi cinta berkata lain. Terkadang cinta ga kenal suku,warna kulit,materi dan wajah sekalipun. Cinta itu tulus. Cinta itu memberi meski tanpa balasan. Jadi jangan terpuruk.
3. Lihat dunia luar
Jangan terus-terusan ngurung diri. Lo butuh udara segar yang bisa tenangin hati dan pikiran lo. Diam di kamar dan terus nyalahin diri sendiri bukan hal yang seharusnya lo lakuin. Jadi bangun dan lihat dunia luar, dunia ini luas dan umur lo masih panjang. Anggep ini adalah motivasi hidup yang seharusnya buat lo kuat.
4. Biarkan waktu berlalu
Seminggu berlalu rasanya masih terasa menyakitkan. 2 Minggu berlalu begitu saja. Stop. Biarin aja waktu berputar sebagaimana mestinya. Lo harus mempersiapkan membalas dendam lo. Balas dendam disini yaitu lo harus bangkit dan tunjukin kesuksesan lo move on dari si dia. Lo perlu inget, roda gak selamanya ada di atas.
5. Move on
Setelah berhasil move on, lo hanya perlu belajar dari pengalaman dan jangan jatuh di lubang yang sama. Semoga berhasil. 😊
Sabtu, 12 Desember 2015
Cinta Dalam Hati Ini
Tentang rasa yang berakhir
Kisah ini tentang kita yang pernah bersama
Aku tak akan berdusta,
Pernah ada sepenggal cerita,
Sebelumnya,
Tentang kita yang melukis rasa di bawah senja,
Tentang kita yang bermimpi dalam sebuah kata cinta,
Tentang kita yang hanya ada kita,
Hingga berjuta waktu yang berlalu,retakkan kisah kasih yang tercipta sejak lama,
Senyum itu selalu ada,
Meski lelah dan letih menggerogoti asa,
Terkadang masalah menjadi awal perpecahan kita,
Caci maki pelampias jiwa,
Aku dan kau saling mendusta,
Kau tak pernah lelah,untukku kau selalu ada.
Aku yang terlalu kekanakan,
Meminta apapun yang ku mau,
Merajuk atau cemberut saat kau tak penuhi,
Meski aku tau kau tlah coba sgala cara,
Untukku kau slalu ada.
Suatu waktu akupun tergoda,memandang cinta lain yang mungkin bisa buatku bahagia.
Dia yang hadir di saat aku terluka,
Mampu torehkan bahagia di sudut yang putus asa,
Kehadirannya yang berbeda,
Membuatku tersenyum saat denganmu aku kecewa,
Aku pergi tanpa kata,kau menahan dengan air mata,tapi aku tak dapat di paksa.
Saat itu kau menangis di hadapanku,
Berlutut tuk memintaku tetap di sisimu,
Aku tak ingin tau perasaanmu,
Yang ku mau kau pergi dari hidupku,
Yang ku mau ku bahagia bersamanya,bukan dirimu..
Kini aku mengingatmu, bayanganmu yang tersisa menjenguk masa kelabu, saat ini kau tlah pergi jauh dariku,
Aku tersadar dalam palung yang kelam,
Kau terlalu terluka saat harus menerima kenyataan yang ada,
Kau menangis memelukku,
Dan berjanji kan pergi dari hidupku,
Agar aku bisa bersamanya,
Aku tak mengerti perasaanmu,
Aku tak peduli saat kau meminta orang terdekatku menjaga diriku,
Aku tlah berubah menjadi iblis yang tak miliki hati,
Maafkan aku...
Kau tlah pergi, dan mungkin tak kan kembali, hingga kini aku sendiri.
Ini adalah karma yang harus ku terima,
Kau tlah pergi tinggalkan kenangan kita,
Kau tak kan kembali untuk menjagaku,
Kau tak akan ada lagi,
Kau tlah pergi....
Teruntukmu yang tak pernah letih,kau yang selalu lakukan permintaan bodohku selama ini,kau yang hapuskan air mata,dan kau yang khawatir di saat aku terluka.
Penyesalan hanya ada di belakang,itupun yang kini ku rasa,
Kecewamu tlah membatu,
Tak kan mampu ku cairkan dengan kata sesal yang kini ku rasa,
Tapi mungkin ini yang terbaik untuk kita,
Sesungguhnya tulang rusuk tak kan tertukar dengan pemiliknya...
Cikande, 12 Desember 2015
Gadist Puisii
Jumat, 02 Oktober 2015
About me and you
After meet you,my bad habit changes. I dont know why,but you give me something who never people do for me,you make me aware to love God more and more.
Every pray am tell Allah about you,am tell Allah how much i love you,am tell Allah if you make me aware with all my mistake,am tell Allah about all of you.
But i cant tell one thing although Allah know my heart.
I wont tell Allah if you make me hurt,never.
I dont want u lose from my life,you my spirit,i dont want to life without you,i dont want you leave me,but what should i do?? Could you tell me what should i do??
I know am just an ordinary girl,i just one girl from small town on the corner of the island. Am not from rich family,am not beautiful i'm not smart,and i haven't anything. You is a high dream for me,i cant touch you,you moon in the night and sun in the day,i cant touch you.
When you will married with another girl,leave me,what should i do?? I cant do anything,i just cry alone,just fall in the deep sadness,just see in the mirror and must aware who am i,am just am ordinary girl.
I want tell you to not leave me,i want tell you to never married with another girl,but i can't. You must live your life,i dont want to hold you back from where you might belong...
I havent long age,my time short in this world,but am happy am ever meet lover like you. Am happy you ever love me,and ever meet in my short life,really am fall too deep in your heart,i cant give up and see another love,you the one love in my last life.
Okty Kurnia Ningsih.
Kamis, 06 Agustus 2015
Istri Kedua
Sana'a,30 February 2016
Sudah setahun sejak pernikahanku dengan Taufeeq,pemuda berkebangsaan Yemen yang telah merebut hatiku. Taufeeq adalah anak pertama dari istri kedua ayahnya. Di sebuah bangunan megah kota Sana'a itulah aku tinggal bersama suamiku,3 ibu mertuaku,ayah mertuaku,keluarga kakak dan adik Taufeeq,juga istri pertama Taufeeq. Aku menjadi istri keduanya setelah sebulan lebih dia menikah dengan istri pertamanya. Bukan,aku bukan perebut suami orang karna disini aku dan Taufeeq saling mencintai jauh sebelum perjodohannya dengan seorang anak pamannya sendiri. Taufeeq adalah seorang laki-laki yang tak akan pernah membangkang ibunya,begitu besar cintanya pada ibu sehingga dia bahkan mengorbankan perasaannya. Lalu kenapa aku tak meninggalkannya?? Itu karena sebuah janji yang aku sendiri tak bisa ingkari. Sebagai istri kedua,aku kerap mendapat perlakuan buruk dari istri pertamanya dan tentu tanpa sepengetahuan Taufeeq. Aku bahkan tak berniat mengadukan hal itu pada siapapun.
Ibu kandung Taufeeq yang awalnya dingin padaku,mulai bersikap baik bahkan kerap kali memuji masakanku. Aku bukan berasal dari Yemen,atau negara tetangga Yemen,aku berasal dari negara yang jauh dari Yemen. Indonesia. Perbedaan budaya,bangsa ataupun bahasa bukanlah penghalang cinta. Karena aku mencintainya saat aku merasakan betapa besar cintanya pada seorang ibu,dan betapa besar dia mencintai Allah. Aku yakin dia adalah seorang imam untukku yang akan menuntunku ke jalan menuju surga. Aku sendiri bukan seorang wanita yang agamis. Awalnya aku hanya seorang gadis masa kini yang gemar memakai baju mini. Diskotik menjadi tempat favoritku di saat malam tiba. Keluarga yang berantakan menjadi alasanku tak kerasan untuk tinggal di rumah. Dan karena itu pula aku bahkan menilai Allah tak adil padaku,karena aku tak memiliki kebahagiaan seperti teman-temanku. Sampai pada suatu ketika takdir mempertemukanku dengan Taufeeq yang membuatku kagum dan mulai mencintai Allah. Aku yang awalnya berlagak seolah aku adalah wanita muslimah yang memiliki banyak pengetahuan tentang Islam harus benar-benar mempelajarinya. Dan itulah yang membuatku semakin mencintai agamaku. Aku mulai berubah dengan tak lagi memakai pakaian mini dan tak lagi berkumpul dengan teman-temanku di diskotik.
"Karin,lo sombong sekarang," ucap Dea,saat tanpa sengaja kami bertemu di foodcourt mall.
"Sombong gimana sih,kalo gue sombong gue ga bakal nyapa lo kali," jawabku sekenanya sambil memainkan sedotan di es buahku.
"Lo ngapain sih sekarang pake jilbab segala,lepas ah lepas,lo gak gerah apa,"Zia ikut ngomong dengan gaya ceplas ceplosnya.
"Iya lo nih ngapain pake jilbab segala,kesambet apa sih lo??"
"Kalo gue pake jilbab,kalian gak ada hak buat nglarang gue,suka suka gue lah mau pake apa,badan badan gue sendiri," aku mulai kesal.
"Kita ada hak lah karna kita 1 genk,lo kalo mau pake jilbab itu artinya lo keluar dari genk kita," Bian mulai nyolot.
"Oke,no problem," aku meninggalkan mereka yang terbengong dengan sikapku.
Itulah saat terakhir aku bertemu dengan teman-temanku. Karena beberapa hari setelahnya mereka kedapatan memakai obat terlarang dan mengharuskan mereka tinggal di panti rehabilitasi.
Taufeeq selalu mengajarkanku untuk banyak membaca Al Quran,bahkan beberapa kali memintaku membacakan untuknya. Dan seringkali doa membetulkan bacaanku jika aku salah membaca. Sungguh tak pernah aku memiliki kekasih sepertinya. Dan saat pernikahan adalah saat cinta kami benar-benar di uji.
"Karin istriku,kamu betah kan tinggal disini??" Tanya Taufeeq setelah beberapa hari pernikahanku.
"Aku harap begitu suamiku," jawabku dengan senyum simpul.
"Sejak aku masih belajar di akademi Rusia sana,aku selalu menginginkan melihat senyuman ini secara langsung,dan aku bahagia karna aku sekarang melihatnya di depan mataku," ucapnya dengan pandangan penuh cinta, lalu memelukku erat.
"Aku juga selalu menginginkan melihatmu secara langsung,dan mencubit pipimu seperti ini," aku mulai jail dengan mencubit pipinya.
"Hey kamu mulai yah,dengarkan aku,kamu adalah kali pertama aku mencintai seorang wanita,dan kamu juga tau aku tak pernah mencintai istri pertamaku bahkan tak menyentuhnya hingga kini,Karin apapun yang terjadi nanti,kamu telah mengetahui isi hatiku, maka aku minta dengan sangat,bertahanlah denganku," ucapnya.
"Memang apa yang akan terjadi?? Kamu akan menikah lagi??"
"Sayang,kamu masih saja gila seperti saat kita pacaran dulu,untukku istriku hanyalah kamu,aku ada firasat buruk,aku takut kamu berhenti bertahan,tetaplah di sampingku,istriku," mata teduhnya merasuk ke dalam jiwaku,ya ada ketakutan disana,dan jelas terlihat olehku.
"Sayang,kamu tau juga kan bagaimana janji kita untuk selalu bersama,aku mencintai kamu bukan hanya beberapa tahun yang lalu,tapi untuk saat ini juga dan beberapa waktu yang akan datang hingga aku mati," jawabku.
Taufeeq mengecup dahiku dan tersenyum dengan senyuman mautnya. Senyuman yang beberapa waktu lalu hanya ku lihat dari sebuah gambar,saat ini senyuman itu telah menjadi milikku.
Hari terakhir
Di sudut ruangan Key duduk di sofa dengan headset di telinganya dan mata yang asik memandang hp. Terkadang terdengar suara cekikikannya,dengan raut wajah bahagia bibirnya bersenandung lagu tentang cinta. Mama geleng-geleng melihat kelakuan anaknya,Key tetap cuek.
"Key,kamu asik banget sama Rahman,kalo Rahman ternyata punya pacar lagi gimana??" Tanya Mama.
"Ih Mama nih kok ngomongnya gitu,Rahman itu beda Ma dari cowok-cowok yang pernah Key kenal," ucap gadis itu sambil terus memandang hpnya.
"Yah namanya laki-laki apalagi kamu jauhan ma dia,yang deket aja belom tentu," Mama mengingatkan.
"Mah aku tau Rahman,kan dulu aku pernah sekelas ma dia,dia itu dingin ma cewek lain,aku beruntung pokoknya dapetin cinta Rahman," Key masih bersemangat.
"Kamu beneran cinta ma dia??"
"Sejak kapan aku ga serius,aku ngebayangin kalo aku nikah ma dia,pasti temen-temen geger deh,"
Ada genangan air mata yang terlihat mengambang di mata Mama, dengan cepat Mama mengalihkan matanya ke sudut lain lalu beranjak. "Yaudah kalo gitu,Mama doain deh Rahman beneran cinta ma kamu juga," ucap Mama akhirnya.
"Amin,hehehe" Key mengamini dengan wajah yang lucu.
Key terus memandang foto Rahman yang terpajang di hpnya. Dia terus tersenyum manis hingga setetes darah jatuh di layar hp miliknya. Tetes demi tetes darah terus menjatuhi layar hp hingga mulai menandai bercak merah di wajah Rahman. Key mengambil tisu di depannya lalu menyumpalkan ke hidungnya dan mengelap darah itu di layar hpnya.
"Wajah kamu kena darah aku,maaf yah," ucapnya.
"Kenapa Key?" Tanya Mama tiba-tiba datang.
"Gak knapa-napa kok Ma," ucap Key sambil menyembunyikan tisu dan wajahnya.
--------------------------------------------
Di tempat lain yang berjarak puluhan mil dari kota Key, Rahman keluar dari kantornya dengan wajah lesu. Rahman memandang kesal ke arah Jenny yang asik bercanda dengan kekasih barunya.
"Kenapa Man? Bete sekali muka kau itu," tanya Alex.
"Dia masih ngga nyadar yah dengan sikapku,"
"Hey bukannya kamu juga punya pacar??"
"Enggak aku ga punya,aku masih nunggu dia itu," Matanya mengarah ke Jenny.
"Kamu kalo malam kadang telfonan itu dengan siapa??"
"Oh,dia temen sekolahku dulu yang tergila-gila ma aku,aku sakitin dia tapi dia tetap saja bertahan," kata Rahman.
"Itu tandanya dia benar-benar mencintai kau lah,bagaimana pula kau ini Man??" Alex menggeleng-geleng dengan heran.
"Biarkan sajalah,aku kan ngga cinta sama dia,"
"Ya sudah terserah kau sajalah,"
Rahman masih memandang Jenny dengan pandangan kesal. Tak lama hp Rahman mulai bergetar dan terlihat sebuah pesan dari Key. Dengan malas Rahman membuka pesan.
"Sayang,jangan lupa makan yah,aku sayang kamu," bunyi pesan singkat dari Key.
"Tanpa kamu suruh juga aku udah makan,aku bukan anak kecil," balas Rahman dengan kesal.
