Jumat, 24 Februari 2017

Teruntukmu, kekasihku.



Teruntukmu yang hadir kini dalam hembusan nafasku. Engkau yang datang menjelma sebagai insan yang Tuhan kirimkan untuk berada di sampingku. Bukan lagi tentang masa lalu. Kau yang datang untuk menjadi sebuah masa depan, sebuah cerita yang baru saja ku mulai. Bersamamu.

Mungkin aku bukanlah sosok wanita sempurna yang pantas bersanding denganmu, namun ijinkan aku dengan segenap ketulusan yang mengalir dalam denyut nadiku, untuk berdiri tegar bersamamu. Bukan untuk sekali atau dua kali waktu, aku ingin berdiri tepat di sampingmu untuk selamanya, hingga Tuhan memanggil salah satu di antara kita untuk pulang...

Mungkin aku bukanlah puisi yang indah untukmu, tapi sudikah kau berjalan menggandeng tanganku di setiap alur waktu yang sudah Tuhan takdirkan untuk kita. Bersamaku, bukan untuk sekedar lewati waktu yang membisu, tapi menetaplah selamanya dalam istana hatiku, jadilah imam di setiap sholat lima waktuku, atau jadilah seorang ayah untuk anak-anakku nanti. Dirimu.

Aku ingin menjadi awal dari akhirmu. Menjadi sebuah kisah abadi yang kekal mencintamu menembus ruang dan waktu. Aku ingin ratusan bahkan ribuan kali jatuh dalam peluk tenangmu, untuk sekedar bisikkan  kata cinta yang selama ini membuatku terluka. Engkaulah penawar rasa sakit yang mengubah jalan fikirku. Engkaulah candu asmara yang membuatku rindu dalam setiap dekapmu. Engkaulah kata yang tak sempat kuucap, engkau.
Setidaknya biarlah ku bisikkan kata rindu yang terus mengalir di desiran darahku, ijinkanku tuk katakan pada angin yang berlalu betapa ingin ku slalu di sampingmu, biarlah ku ceritakan pada sang rembulan yang masih bersembunyi malu di balik awan hitam tentang kisah cinta kau dan aku. Ingin ku hempaskan semua rasa yang kini dengan yakin menuju padamu, kekasihku. Ingin ku tuliskan semua perasaan yang kini membuat hidupku menjadi berarti, ingin ku nyanyikan nada indah yang tercipta dari setiap getarmu.
                                                                                                                                    Aku hanyalah aku yang dengan segenap kekuranganku mencintamu. Aku hanyalah aku yang kini berada jauh di sudut kota yang sunyi. Aku hanyalah aku yang akan menangis saat perasaanku terluka. Aku hanyalah aku yang dengan cerewet memintamu untuk lakukan hal yang tak kau suka. Aku hanyalah aku yang terkadang cemberut memintamu menjadi yang ku mau.  Aku hanyalah aku, seorang yang dengan setia akan menantimu. Aku.

Kau, kau adalah embun yang sejukkanku dari dendam yang membutakan hati. Kau bukan lagi sebuah pelangi yang datang setelah hujan terhenti lalu menghilang saat aku tengah menikmati keindahan di tujuh warnamu. Kau adalah sebuah mentari yang hangatkan hari-hariku. Kau adalah segalanya, tempatku labuhkan pencarian terakhir. 

Kisah kita tlah di mulai. Kau, aku, kita.


Cikande, 20 Februari 2017

Rabu, 10 Agustus 2016

Are you Broken Heart?

Buat yang lagi patah hati :
Lo ngrasa hidup lo paling menyedihkan di saat temen temen lo lagi pada bahagia sama pasangan masing-masing. Lo yang ngrasa sakit udah di tinggalin, terus lebih nyakitin diri lo sendiri dengan ngga makan, ngga tidur, males ngapa-ngapain dan ngabisin tissu. Patah hati tingkat tinggi. Lo yang ngrasa gak punya semangat hidup, ngrasa manusia paling malang di dunia.

Penyebab patah hati :
1. Di selingkuhin
2. Di tinggal nikah
3. Ga di restuin orang tua
4. Di putusin tanpa alasan
5. De el el

Tips obatin patah hati :
1. Nangis
          Well,semua yang ngrasa patah hati pasti nangis. Entah itu keluar air mata, atau nangis tanpa air mata. Nangis bukan berarti lo cengeng, bukan juga karna lo cemen. Ini manusiawi banget. Jadi, menangislah sepuasnya dalam 1 malam. What?? Lama banget?? Inget, cuma 1 malam dan besok saat lo bangun, sesi nangis udah selesai dan lo ga boleh nangis lagi. Cari pelarian dalam hal-hal positif. Anggeplah acara tangis-tangisan di hari itu adalah tragedi menyakiti diri sendiri. Kenapa di sebut nyakitin diri sendiri?? Saat lo nangis, lo nyakitin mata lo dan buat bengkak. So setelah lo nangis heboh, keesokannya cari pelarian di hal positif seperti lari-lari seolah lo pengen lari dari kenyataan walau nyatanya lari keliling lapangan, nyuci baju dan luapin kemarahan lo disana dengan lo kucek-kucek sekuat tenaga dan hasilnya cucian lo bersih. Atau lo bisa lakuin apapun yang bisa buat lo tenang, inget hanya kegiatan positif, jangan jadi orang bodoh yang sakitin badan lo sendiri.

2. Introspeksi Diri
          Apa yang salah? Kebodohan apa yang lo buat? Introspeksi diri emang perlu banget. Hal ini di lakukan agar lo ga ngulang kesalahan yang sama. Siapa sih yang pengen punya banyak pacar kalo hati udah nyaman?? Kecuali orang itu punya kelainan jiwa. Yap ! Kalo lo di putusin karna lo tukang bohong, ya lo harus lebih jujur ke depannya. Kalo lo di tinggalin karna kurang kece, buat mantan lo nyesel. Lo bisa tunjukin kalo lo yang terbaik dan dia harus nyesel karna udah tinggalin lo gitu aja. Agree?? Ada lagi. Kalo lo putusnya ga di restuin keluarga karna menurut keluarganya lo ga se-level sama keluarga dia. Hmm. Sakit?? Pasti. Lo hanya perlu bangkit. Jadikan itu cambuk buat jemput kesuksesan lo. Saat lo mikir realistis, kalo lo terlahir di keluarga kaya raya 7 turunan, lo terlahir dengan muka menawan yang saat lo melangkah semua mata tertuju pada lo, belum tentu juga kan lo terpaut dengan pasangan lo? Right. Tapi cinta berkata lain. Terkadang cinta ga kenal suku,warna kulit,materi dan wajah sekalipun. Cinta itu tulus. Cinta itu memberi meski tanpa balasan. Jadi jangan terpuruk.

3. Lihat dunia luar
          Jangan terus-terusan ngurung diri. Lo butuh udara segar yang bisa tenangin hati dan pikiran lo. Diam di kamar dan terus nyalahin diri sendiri bukan hal yang seharusnya lo lakuin. Jadi bangun dan lihat dunia luar, dunia ini luas dan umur lo masih panjang. Anggep ini adalah motivasi hidup yang seharusnya buat lo kuat.

4. Biarkan waktu berlalu
          Seminggu berlalu rasanya masih terasa menyakitkan. 2 Minggu berlalu begitu saja. Stop. Biarin aja waktu berputar sebagaimana mestinya. Lo harus mempersiapkan membalas dendam lo. Balas dendam disini yaitu lo harus bangkit dan tunjukin kesuksesan lo move on dari si dia. Lo perlu inget, roda gak selamanya ada di atas.

5. Move on
          Setelah berhasil move on, lo hanya perlu belajar dari pengalaman dan jangan jatuh di lubang yang sama. Semoga berhasil. 😊

Sabtu, 12 Desember 2015

Cinta Dalam Hati Ini

Sebuah rasa yang ku sebut cinta,perasaan mendalam pada hati yang terdalam. Aku hanya sebuah kisah yang terlintas dalam alur hidupmu, namun dia adalah kisah yang tlah mendarah daging dengan tubuhmu...
Pernahkah kau mengerti perasaan ini??
Pernahkah kau tau di sudut gelap aku menyendiri??
Berteman dengan hati yang tlah kau sakiti,
Dengan luka yang tertoreh perih bersama kata janji,
Di batas kata yang pernah melayang tinggi,
Tertusuk dalam menyentuh inti bumi,

Pernahkah kau memanggil namaku dalam hatimu?Atau bahkan sedikit mengingat tentang aku, Aku yang sekuat hati mencintaimu dan aku yang sekeras mungkin  memperjuangkan cinta yang baru saja di mulai,
Aku tau apa yang tlah terjadi,
Dan aku tau apa yang tlah kau mulai,
Tapi disini aku seperti tak peduli,
Meski hati ini tlah kau lukai,
Meski kisah ini tlah kau dustai,
Meski......

Andai hanya perumpamaan karena yang sesungguhnya semua tlah terjadi, Berjuta kata yang ku rangkai dalam bait puisi, mungkin tak kan dan tak kan pernah berarti,
Tidakkah aku pernah sedikit bermakna meski itu hanya sedetik yang terlewatkan dalam banyak waktumu??
Mungkin...
Akulah yang terlampau mencintamu dengan kegilaan yang ku miliki,
Mungkin,
aku hanya satu di antara kita berdua yang terlalu berharap banyak pada kisah ini,
Mungkin...

Kau yang ku sebut dalam doa di tiap sujudku, cobalah sedikit mengerti cinta ini, Akulah yang ingin kau menjadi yang terakhir, Aku...

Cikande, 13 Desember 2015
Gadizt Puisii

Tentang rasa yang berakhir

Kisah ini tentang kita yang pernah bersama
Aku tak akan berdusta,
Pernah ada sepenggal cerita,
Sebelumnya,
Tentang kita yang melukis rasa di bawah senja,
Tentang kita yang bermimpi dalam sebuah kata cinta,
Tentang kita yang hanya ada kita,

Hingga berjuta waktu yang berlalu,retakkan kisah kasih yang tercipta sejak lama,
Senyum itu selalu ada,
Meski lelah dan letih menggerogoti asa,
Terkadang masalah menjadi awal perpecahan kita,
Caci maki pelampias jiwa,
Aku dan kau saling mendusta,

Kau tak pernah lelah,untukku kau selalu ada.
Aku yang terlalu kekanakan,
Meminta apapun yang ku mau,
Merajuk atau cemberut saat kau tak penuhi,
Meski aku tau kau tlah coba sgala cara,
Untukku kau slalu ada.

Suatu waktu akupun tergoda,memandang cinta lain yang mungkin bisa buatku bahagia.
Dia yang hadir di saat aku terluka,
Mampu torehkan bahagia di sudut yang putus asa,
Kehadirannya yang berbeda,
Membuatku tersenyum saat denganmu aku kecewa,

Aku pergi tanpa kata,kau menahan dengan air mata,tapi aku tak dapat di paksa.
Saat itu kau menangis di hadapanku,
Berlutut tuk memintaku tetap di sisimu,
Aku tak ingin tau perasaanmu,
Yang ku mau kau pergi dari hidupku,
Yang ku mau ku bahagia bersamanya,bukan dirimu..

Kini aku mengingatmu, bayanganmu yang tersisa menjenguk masa kelabu, saat ini kau tlah pergi jauh dariku,
Aku tersadar dalam palung yang kelam,
Kau terlalu terluka saat harus menerima kenyataan yang ada,
Kau menangis memelukku,
Dan berjanji kan pergi dari hidupku,
Agar aku bisa bersamanya,
Aku tak mengerti perasaanmu,
Aku tak peduli saat kau meminta orang terdekatku menjaga diriku,
Aku tlah berubah menjadi iblis yang tak miliki hati,
Maafkan aku...

Kau tlah pergi, dan mungkin tak kan kembali, hingga kini aku sendiri.
Ini adalah karma yang harus ku terima,
Kau tlah pergi tinggalkan kenangan kita,
Kau tak kan kembali untuk menjagaku,
Kau tak akan ada lagi,
Kau tlah pergi....

Teruntukmu yang tak pernah letih,kau yang selalu lakukan permintaan bodohku selama ini,kau yang hapuskan air mata,dan kau yang khawatir di saat aku terluka.
Penyesalan hanya ada di belakang,itupun yang kini ku rasa,
Kecewamu tlah membatu,
Tak kan mampu ku cairkan dengan kata sesal yang kini ku rasa,
Tapi mungkin ini yang terbaik untuk kita,
Sesungguhnya tulang rusuk tak kan tertukar dengan pemiliknya...

Cikande, 12 Desember 2015
Gadist Puisii

Jumat, 02 Oktober 2015

About me and you

Am not spesial girl. Am just innocent girl from small town who dream about you since meet you at chating. I know am stupid,how can am never meet you but love you,but this is true. After meet you,my life be more meant for me. Am meet one spirit in my life,am find happy in my heart.
After meet you,my bad habit changes. I dont know why,but you give me something who never people do for me,you make me aware to love God more and more.
Every pray am tell Allah about you,am tell Allah how much i love you,am tell Allah if you make me aware with all my mistake,am tell Allah about all of you.
But i cant tell one thing although Allah know my heart.
I wont tell Allah if you make me hurt,never.
I dont want u lose from my life,you my spirit,i dont want to life without you,i dont want you leave me,but what should i do?? Could you tell me what should i do??
I know am just an ordinary girl,i just one girl from small town on the corner of the island. Am not from rich family,am not beautiful i'm not smart,and i haven't anything. You is a high dream for me,i cant touch you,you moon in the night and sun in the day,i cant touch you.
When you will married with another girl,leave me,what should i do?? I cant do anything,i just cry alone,just fall in the deep sadness,just see in the mirror and must aware who am i,am just am ordinary girl.
I want tell you to not leave me,i want tell you to never married with another girl,but i can't. You must live your life,i dont want to hold you back from where you might belong...
I havent long age,my time short in this world,but am happy am ever meet lover like you. Am happy you ever love me,and ever meet in my short life,really am fall too deep in your heart,i cant give up and see another love,you the one love in my last life.
I've come and life in the world.
Okty Kurnia Ningsih.

Kamis, 06 Agustus 2015

Istri Kedua

Sana'a,30 February 2016

Sudah setahun sejak pernikahanku dengan Taufeeq,pemuda berkebangsaan Yemen yang telah merebut hatiku. Taufeeq adalah anak pertama dari istri kedua ayahnya. Di sebuah bangunan megah kota Sana'a itulah aku tinggal bersama suamiku,3 ibu mertuaku,ayah mertuaku,keluarga kakak dan adik Taufeeq,juga istri pertama Taufeeq. Aku menjadi istri keduanya setelah sebulan lebih dia menikah dengan istri pertamanya. Bukan,aku bukan perebut suami orang karna disini aku dan Taufeeq saling mencintai jauh sebelum perjodohannya dengan seorang anak pamannya sendiri. Taufeeq adalah seorang laki-laki yang tak akan pernah membangkang ibunya,begitu besar cintanya pada ibu sehingga dia bahkan mengorbankan perasaannya. Lalu kenapa aku tak meninggalkannya?? Itu karena sebuah janji yang aku sendiri tak bisa ingkari. Sebagai istri kedua,aku kerap mendapat perlakuan buruk dari istri pertamanya dan tentu tanpa sepengetahuan Taufeeq. Aku bahkan tak berniat mengadukan hal itu pada siapapun.

Ibu kandung Taufeeq yang awalnya dingin padaku,mulai bersikap baik bahkan kerap kali memuji masakanku. Aku bukan berasal dari Yemen,atau negara tetangga Yemen,aku berasal dari negara yang jauh dari Yemen. Indonesia. Perbedaan budaya,bangsa ataupun bahasa bukanlah penghalang cinta. Karena aku mencintainya saat aku merasakan betapa besar cintanya pada seorang ibu,dan betapa besar dia mencintai Allah.  Aku yakin dia adalah seorang imam untukku yang akan menuntunku ke jalan menuju surga. Aku sendiri bukan seorang wanita yang agamis. Awalnya aku hanya seorang gadis masa kini yang gemar memakai baju mini. Diskotik menjadi tempat favoritku di saat malam tiba. Keluarga yang berantakan menjadi alasanku tak kerasan untuk tinggal di rumah. Dan karena itu pula aku bahkan menilai Allah tak adil padaku,karena aku tak memiliki kebahagiaan seperti teman-temanku. Sampai pada suatu ketika takdir mempertemukanku dengan Taufeeq yang membuatku kagum dan mulai mencintai Allah. Aku yang awalnya berlagak seolah aku adalah wanita muslimah yang memiliki banyak pengetahuan tentang Islam harus benar-benar mempelajarinya. Dan itulah yang membuatku semakin mencintai agamaku. Aku mulai berubah dengan tak lagi memakai pakaian mini dan tak lagi berkumpul dengan teman-temanku di diskotik.

"Karin,lo sombong sekarang," ucap Dea,saat tanpa sengaja kami bertemu di foodcourt mall.
"Sombong gimana sih,kalo gue sombong gue ga bakal nyapa lo kali," jawabku sekenanya sambil memainkan sedotan di es buahku.
"Lo ngapain sih sekarang pake jilbab segala,lepas ah lepas,lo gak gerah apa,"Zia ikut ngomong dengan gaya ceplas ceplosnya.
"Iya lo nih ngapain pake jilbab segala,kesambet apa sih lo??"
"Kalo gue pake jilbab,kalian gak ada hak buat nglarang gue,suka suka gue lah mau pake apa,badan badan gue sendiri," aku mulai kesal.
"Kita ada hak lah karna kita 1 genk,lo kalo mau pake jilbab itu artinya lo keluar dari genk kita," Bian mulai nyolot.
"Oke,no problem," aku meninggalkan mereka yang terbengong dengan sikapku.

Itulah saat terakhir aku bertemu dengan teman-temanku. Karena beberapa hari setelahnya mereka kedapatan memakai obat terlarang dan mengharuskan mereka tinggal di panti rehabilitasi.

Taufeeq selalu mengajarkanku untuk banyak membaca Al Quran,bahkan beberapa kali memintaku membacakan untuknya. Dan seringkali doa membetulkan bacaanku jika aku salah membaca. Sungguh tak pernah aku memiliki kekasih sepertinya. Dan saat pernikahan adalah saat cinta kami benar-benar di uji.

"Karin istriku,kamu betah kan tinggal disini??" Tanya Taufeeq setelah beberapa hari pernikahanku.
"Aku harap begitu suamiku," jawabku dengan senyum simpul.
"Sejak aku masih belajar di akademi Rusia sana,aku selalu menginginkan melihat senyuman ini secara langsung,dan aku bahagia karna aku sekarang melihatnya di depan mataku," ucapnya dengan pandangan penuh cinta, lalu memelukku erat.
"Aku juga selalu menginginkan melihatmu secara langsung,dan mencubit pipimu seperti ini," aku mulai jail dengan mencubit pipinya.
"Hey kamu mulai yah,dengarkan aku,kamu adalah kali pertama aku mencintai seorang wanita,dan kamu juga tau aku tak pernah mencintai istri pertamaku bahkan tak menyentuhnya hingga kini,Karin apapun yang terjadi nanti,kamu telah mengetahui isi hatiku, maka aku minta dengan sangat,bertahanlah denganku," ucapnya.
"Memang apa yang akan terjadi?? Kamu akan menikah lagi??"
"Sayang,kamu masih saja gila seperti saat kita pacaran dulu,untukku istriku hanyalah kamu,aku ada firasat buruk,aku takut kamu berhenti bertahan,tetaplah di sampingku,istriku," mata teduhnya merasuk ke dalam jiwaku,ya ada ketakutan disana,dan jelas terlihat olehku.
"Sayang,kamu tau juga kan bagaimana janji kita untuk selalu bersama,aku mencintai kamu bukan hanya beberapa tahun yang lalu,tapi untuk saat ini juga dan beberapa waktu yang akan datang hingga aku mati," jawabku.

Taufeeq mengecup dahiku dan tersenyum dengan senyuman mautnya. Senyuman yang beberapa waktu lalu hanya ku lihat dari sebuah gambar,saat ini senyuman itu telah menjadi milikku.

Hari terakhir

Di sudut ruangan Key duduk di sofa dengan headset di telinganya dan mata yang asik memandang hp. Terkadang terdengar suara cekikikannya,dengan raut wajah bahagia bibirnya bersenandung lagu tentang cinta. Mama geleng-geleng melihat kelakuan anaknya,Key tetap cuek.

"Key,kamu asik banget sama Rahman,kalo Rahman ternyata punya pacar lagi gimana??" Tanya Mama.
"Ih Mama nih kok ngomongnya gitu,Rahman itu beda Ma dari cowok-cowok yang pernah Key kenal," ucap gadis itu sambil terus memandang hpnya.
"Yah namanya laki-laki apalagi kamu jauhan ma dia,yang deket aja belom tentu," Mama mengingatkan.
"Mah aku tau Rahman,kan dulu aku pernah sekelas ma dia,dia itu dingin ma cewek lain,aku beruntung pokoknya dapetin cinta Rahman," Key masih bersemangat.
"Kamu beneran cinta ma dia??"
"Sejak kapan aku ga serius,aku ngebayangin kalo aku nikah ma dia,pasti temen-temen geger deh,"
Ada genangan air mata yang terlihat mengambang di mata Mama, dengan cepat Mama mengalihkan matanya ke sudut lain lalu beranjak. "Yaudah kalo gitu,Mama doain deh Rahman beneran cinta ma kamu juga," ucap Mama akhirnya.
"Amin,hehehe" Key mengamini dengan wajah yang lucu.
Key terus memandang foto Rahman yang terpajang di hpnya. Dia terus tersenyum manis hingga setetes darah jatuh di layar hp miliknya. Tetes demi tetes darah terus menjatuhi layar hp hingga mulai menandai bercak merah di wajah Rahman. Key mengambil tisu di depannya lalu menyumpalkan ke hidungnya dan mengelap darah itu di layar hpnya.
"Wajah kamu kena darah aku,maaf yah," ucapnya.
"Kenapa Key?" Tanya Mama tiba-tiba datang.
"Gak knapa-napa kok Ma," ucap Key sambil menyembunyikan tisu dan wajahnya.

--------------------------------------------

Di tempat lain yang berjarak puluhan mil dari kota Key, Rahman keluar dari kantornya dengan wajah lesu. Rahman memandang kesal ke arah Jenny yang asik bercanda dengan kekasih barunya.
"Kenapa Man? Bete sekali muka kau itu," tanya Alex.
"Dia masih ngga nyadar yah dengan sikapku,"
"Hey bukannya kamu juga punya pacar??"
"Enggak aku ga punya,aku masih nunggu dia itu," Matanya mengarah ke Jenny.
"Kamu kalo malam kadang telfonan itu dengan siapa??"
"Oh,dia temen sekolahku dulu yang tergila-gila ma aku,aku sakitin dia tapi dia tetap saja bertahan," kata Rahman.
"Itu tandanya dia benar-benar mencintai kau lah,bagaimana pula kau ini Man??" Alex menggeleng-geleng dengan heran.
"Biarkan sajalah,aku kan ngga cinta sama dia,"
"Ya sudah terserah kau sajalah,"
Rahman masih memandang Jenny dengan pandangan kesal. Tak lama hp Rahman mulai bergetar dan terlihat sebuah pesan dari Key. Dengan malas Rahman membuka pesan.
"Sayang,jangan lupa makan yah,aku sayang kamu," bunyi pesan singkat dari Key.
"Tanpa kamu suruh juga aku udah makan,aku bukan anak kecil," balas Rahman dengan kesal.

Jumat, 15 Mei 2015

Curahan hati anak korban Broken Home

Cinta itu buat gue adalah sesuatu hal yang berharga. Kenapa?? Pasti orang-orang bakal nanya begitu. Simple. Gue salah satu anak dari puluhan ribu atau mungkin bahkan jutaan anak korban broken home. Impian gue sederhana tapi ga mungkin bisa jadi nyata. Gue pengen suatu saat orang tua kandung gue bisa bareng lagi. Walau gue nyadar pasti akan lebih banyak lagi yang terluka,tapi kenapa disini gue yang harus ngalah?? Kenapa mereka semua bisa bahagia,tapi enggak dengan gue. Kenapa temen-temen gue yang punya kasih sayang cukup dari orang tua mereka malah banyak juga yang ngelunjak dan kurang ajar,sedangkan gue yang selalu ngehormatin orang tua gue malah harus hidup seperti ini...

Gue sadar gue ini bukan apa-apa,tapi gue pengen orang tua gue bangga punya gue. Gue pengen jadi seseorang yang di pandang orang meski gue kurang kasih sayang,gue pengen nunjukin ke dunia kalo anak korban broken home itu ga semuanya anak badung yang terperosok ke pergaulan bebas. Anak-anak korban broken home kayak gue adalah pencari perhatian. Ngelakuin hal-hal ga wajar biar orang tua kita liat kalo sebenernya kita ini terluka,kita butuh perhatian,kita butuh cinta dari mereka,dan kita ingin di mengerti. Dan kalau ga ada respon,frustasi itu selalu ada. Frustasi itu datang dan mencabik-cabik hati. Mungkin di sana banyak yang mengkonsumsi obat-obatan terlarang atau minuman keras untuk melampiaskan kekecewaan. Gue sendiri pernah menelan 10 tablet paracetamol sekaligus di saat gue frustasi,dan nangis berjam-jam adalah hal biasa buat gue di saat gue masih ngga bisa menerima kenyataan kalo orang tua gue udah pisah dan punya keluarga masing-masing. Gue  selalu bilang ke Papah,"kenapa sih kalian cerai,kalo kalian ga cerai aku ngga bakal ngalamin kesedihan kayak gini,Mama sama Papah tuh ngga sayang ma aku,kalian cuma memikirkan perasaan kalian," dan tentu aja gue ngucapin kalimat itu via telfon karna Papa tinggal di pulau kecil bersama istrinya. Jawaban Papa simple,"kamu nanti pasti ngerti kenapa ini harus terjadi,kamu tau kan dulu gimana Papa mempertahankan semuanya,Papa kira kamu udah cukup besar untuk berpikir takdir ini,ingat nak apa yang kamu inginkan ga selamanya bisa tercapai."

Korban broken home adalah sebuah hati dengan luka yang tak akan bisa sembuh,tapi dengan seiring berjalannya waktu yang mungkin memerlukan waktu lama banget,dengan punya banyak temen-temen yang bisa bawa aura positif,dan yang paling penting adalah dengan mendekatkan diri kepada Allah,luka itu akan sedikit terlupakan (bukan hilang). Gue sendiri walau sudah 12 tahun kejadian itu terjadi,gue masih suka nangis berjam-jam dan menyalahkan takdir. Gue adalah 1 dari jutaan anak yang mengalami hal kayak gini. Anak-anak broken home lain yang ngalamin hal kayak gue dan memilih hidup di jalan,mengkonsumsi obat-obatan,meminum miras,merokok dan mungkin yang ngelakuin seks bebas,mereka adalah seorang yang memerlukan perhatian lebih dan memilih cara yang salah. Tak ada kata terlambat,kalaupun ada yang sudah melakukan hal-hal tersebut,tinggalkan dan coba pilihlah jati diri kita. Kita masih bisa melakukan kegiatan positif,salurkan kekesalan hati yang mengganjal dengan cara positif,kita bisa menulis,melukis,menciptakan lagu,atau hal-hal positif lainnya. Jangan judge korban broken home,karna kami adalah anak yang juga ingin memiliki kebahagiaan seperti kalian.

Jumat, 17 April 2015

TENTANG KAMU YANG PERGI DAN AKU YANG MASIH DISINI.

Cinta. Satu kata yang tersirat banyak makna. Tanpa cinta tak ada kehidupan. Begitulah kira-kira banyak orang berkata.
Sore ini aku ingin menangis begitu mendengar dari bibir Devan sendiri jika ia tlah mempunyai kekasih baru.
"Ga usah tunggu aku lagi,aku udah dapetin kebahagiaan aku dan aku harap kamu juga mendapat kebahagiaan yang sama."ujar Devan,yakin.
Aku hanya menggenggam erat tasku,meski hatiku hancur namun aku tetap bertahan dengan senyum palsu di bibirku. "Kalo gitu selamat yah,"ucapku getir.
"Yaudah aku pergi dulu ya,aku mau jemput pacarku dulu nih,bye" Devan pamit dan memamerkan deretan gigi putihnya.
Aku menggangguk lemah dan masih dengan senyum palsu yang tersungging.
Aku memesan kopi hitam tanpa gula dan menekan dadaku yang sesak. Ada butiran bening yang mengalir tanpa ku sadari,perih ku rasa semakin menusuk. Devan telah 2 kali mengakhiri hubungan cinta yang kami lalui. Dan selalu dia yang meninggalkanku namun entah kenapa aku tak mampu menatap masa depanku tanpa dirinya. Ku akui aku bodoh, karena aku tetap menunggu Devan bahkan setelah 3 bulan yang lalu dia mengakhiri hubungan kami tanpa alasan yang pasti.

Devan memang pria biasa,namun di mataku dia sangatlah istimewa. Dia mampu membuatku bangkit,mampu membuatku mengerti apa itu hidup,dia semangat yang mengalir dalam otakku.

"Mba ini pesanan kopinya,"ucap seorang waitress laki-laki dengan lesung pipi. "Loh mba nangis??"tanyanya terkejut.

Aku segera menghapus air mataku dan tersenyum simpul. "Enggak tadi kelilipan," aku mengelak dan tersenyum.

"Udah deh mba,santai aja ma saya,cerita aja mba siapa tau saya bisa bantu," ujarnya dan tanpa sungkan duduk di bangku sebelahku.

"Aku ngga knapa-napa kok,"aku masih berusaha menutupi bendungan air mata yang siap jebol di mataku.

"Kadang hidup emang berat mba,mba harus bertahan,mba lagi terlilit hutang yah??sama seperti saya mba kalo gitu,saya kerja sana sini sampe kerja part time buat lunasin hutang orang tua saya yang udah bangkrut,berat mba hidup kita,tapi kita harus bertahan,semangat mba semangat buat kita bayar utang-utang kita," laki-laki berlesung pipi ini berbicara dengan semangat.

Aku tersenyum mendengar ucapannya. Segera ku minum kopi tanpa gula yang tadi ku pesan, aku memang suka minum kopi jenis ini jika perasaanku sedang buruk.

"Mba,itu kopi enggak pahit?" Tanyanya dengan muka tak percaya.

"Lebih pahit hidup saya mas kayaknya," aku kembali tersenyum getir.

"Ya ampun mba harus strong mba,semangat mba," ucapnya lagi.

"Radiiiiittttttttt," teriak seorang pelayan wanita dengan muka ketus.

"Mba,saya kerja dulu ya,inget mba semangat," ucapnya dan tergopoh-gopoh pergi.

Aku menggeleng tak percaya menatap punggungnya pergi menjauh. Aku memang sering mendatangi cafe ini,namun baru kali ini aku melihatnya. Mungkin dia pegawai baru karena setiap hari aku kesini namun tak pernah melihatnya.

Aku mencintai Devan,walau aku tau sangatlah tak mungkin jika aku bisa kembali bersamanya. Devan telah miliki kekasih baru yang sudah pasti lebih baik dari aku. Aku harus melanjutkan hidup walau pada 2 tahun yang lalupun aku tetap tak bisa meninggalkan bayangan Devan. Aku sangat mencintainya,aku sungguh akan menanti dirinya,meski waktuku mungkin akan habis untuk menunggunya.

Aku memandang ke luar cafe yang penuh dengan lalu lalang kendaraan. Ku pandang laptop di depanku, sebuah foto Devan yang masih menjadi background laptop. Senja semakin menjauh,seperti Devan yang juga kembali meninggalkanku.